Free Fire
Free Fire Riau League 2024: Turnamen Spektakuler dengan 150+ Tim, Ini Rahasia di Baliknya!
Free Fire Riau League 2024 (FFRL) kembali digelar dengan antusiasme yang luar biasa di tahun 2024. Turnamen yang telah menjadi ikon kompetisi Free Fire di Provinsi Riau ini menghadirkan format dan lokasi baru yang membuatnya semakin menarik. Tidak hanya sebagai ajang mencari juara, FFRL juga menjadi wadah memperkuat komunitas esports di daerah.
Sejarah dan Perjalanan Free Fire Riau League 2024 (FFRL)
Menurut Sw Naomi, Admin Komunitas Free Fire Riau sejak 2018, FFRL pertama kali diadakan pada tahun 2020. Namun, karena pandemi, final musim pertama baru dapat dilaksanakan pada tahun 2021. Pada tahun 2023, turnamen ini harus ditiadakan karena banyaknya agenda pemerintah yang berlangsung di waktu yang sama.
“FFRL sebenarnya bisa dibilang event tahunan, meskipun sempat tertunda. Tahun ini, kami kembali dengan semangat baru untuk menghadirkan kompetisi yang lebih baik,” ungkap Naomi.
FFRL 2024 juga menjadi spesial karena untuk pertama kalinya digelar di luar Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau. Kabupaten Kampar menjadi tuan rumah baru berkat dukungan dari ESI Kabupaten Kampar sebagai sponsor utama. Perubahan ini membawa warna baru bagi turnamen yang selalu dinanti-nantikan komunitas.
Format dan Sistem Pertandingan
FFRL 2024 memiliki sistem kompetisi yang dirancang untuk menjangkau peserta dari berbagai daerah. Ada dua fase kualifikasi yang harus dilalui tim peserta:
- Qualifier Regional Offline Dilaksanakan di 8 kabupaten di Riau, fase ini memungkinkan tim-tim lokal untuk unjuk gigi secara langsung.
- Qualifier Online Dibuka untuk peserta dari luar daerah Riau. Sistem ini memberikan peluang yang lebih luas bagi tim-tim dari berbagai wilayah untuk berpartisipasi.
Tim yang berhasil lolos dari kedua fase tersebut akan bertanding di babak semifinal dan grand final secara offline. Menurut Naomi, format ini diharapkan dapat mengakomodasi lebih banyak pemain sekaligus meningkatkan persaingan di setiap tahapnya.
Peserta dan Pemenang
Antusiasme peserta begitu terasa. Berdasarkan data panitia, lebih dari 150 tim mendaftar dan mengikuti berbagai fase yang telah berjalan. Kompetisi akhirnya melahirkan tiga tim terbaik:



- Juara 1: Tim dari Kota Pekanbaru.
- Juara 2: Tim gabungan dari komunitas Riau.
- Juara 3: Tim dari Kota Jambi, luar Provinsi Riau.
Hasil ini membuktikan bahwa FFRL tidak hanya diminati oleh tim lokal, tetapi juga menarik perhatian dari luar provinsi.
Kendala dan Harapan Penyelenggara
Seperti halnya event besar lainnya, FFRL 2024 juga menghadapi tantangan, terutama dalam hal pendanaan. Naomi menjelaskan bahwa panitia belum mampu menyediakan akomodasi penuh untuk peserta yang lolos ke babak akhir.
“Kami berharap bisa memberikan fasilitas akomodasi bagi tim yang lolos, tetapi anggaran kami masih terbatas. Saat ini, kami hanya bisa membantu dengan potongan harga penginapan untuk peserta dari luar kota,” ujarnya.
Naomi juga berharap ke depan ada dukungan lebih besar dari pemerintah setempat dan pihak Garena Free Fire Indonesia untuk memajukan event komunitas seperti ini. Dukungan tersebut tidak hanya akan meningkatkan kualitas turnamen, tetapi juga memperkuat ekosistem esports di Riau.
Aktivitas Pendukung Selama Event
Selain pertandingan, FFRL 2024 menghadirkan berbagai kegiatan menarik yang melibatkan komunitas. Beberapa di antaranya adalah:
- Sesi photobooth.
- Permainan seru (fun games).
- Diskusi dengan ESI setempat.
- Sesi berbagi pengalaman antara pemain dan admin komunitas.
Sayangnya, sesi pembuatan konten bersama peserta harus dibatalkan karena keterbatasan waktu. Meski demikian, hal ini tidak mengurangi keseruan keseluruhan acara.
Pesan untuk Komunitas Free Fire
Di akhir wawancara, Naomi menyampaikan pesan inspiratif kepada para pemain dan komunitas Free Fire di Indonesia:
“Kalian boleh punya ambisi untuk menjadi juara, tapi pahami juga makna komunitas sebagai tempat berbagi kebahagiaan dan rasa kekeluargaan. Junjung loyalitas dan sportivitas. Ketika kalian kalah sekalipun, kalian tetap merasa puas karena telah mendapatkan pengalaman berharga.”
Ia juga menambahkan harapannya agar komunitas terus berkembang dengan dukungan dari berbagai pihak. “Semoga pemerintah dan Garena Free Fire Indonesia lebih aktif dalam memeriahkan event komunitas seperti ini agar ekosistem esports tetap hidup dan berkembang di daerah,” tutup Naomi.
Kesimpulan
FFRL 2024 bukan hanya sekadar turnamen, tetapi juga ajang yang memperkuat solidaritas komunitas esports. Dengan segala tantangan yang dihadapi, event ini berhasil menjadi wadah bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membangun rasa kekeluargaan. Dengan dukungan yang lebih besar di masa depan, FFRL diharapkan terus menjadi inspirasi bagi perkembangan esports di Indonesia.
Free Fire
ONIC Rebut Gelar Juara Perdana di Free Fire Battle Rush Series 2026
Jakarta, 16 Februari 2026 – Turnamen Free Fire Battle Rush Series (FFBRS) 2026 resmi berakhir tadi malam, Minggu (15/02/2026) dengan kemenangan ONIC yang mendapatkan Booyah di ronde ke-6 usai mengantongi status Champion Rush. Kemenangan ini menambah panjang daftar prestasi ONIC yang sebelumnya menjadi juara FFWS SEA 2025 Spring serta menyumbang medali perak nomor esports Free Fire di SEA Games 2025.
Free Fire Battle Rush Series (FFBRS) 2026 adalah turnamen pemanasan atau pramusim yang diikuti oleh 12 tim profesional, semi-profesional, hingga tim komunitas. Digelar sejak 31 Januari, turnamen ini hadir selama 3 pekan termasuk babak Grand Final pada akhir pekan lalu. Turnamen ini mempertemukan tim Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) seperti ONIC dan EVOS Divine, tim Nusantara Series seperti Dewa United, hingga tim komunitas pemenang Garena Youth Championship 2025 Free Fire, SMAN 5 Ambon.
Kompetisi ini hadir untuk memberikan kesempatan bertanding yang lebih inklusif bagi tim esports profesional dan non profesional. Selain itu, turnamen ini juga menjadi panggung pembuktian bagi tim-tim dari jalur pelajar dan nasional untuk mengasah mental serta strategi dengan menghadapi tim-tim papan atas Indonesia.
Coach ONIC, Ahmad Fadly Masturoh atau AFM mengungkapkan kemenangan ini menjadi bekal berharga sebelum memulai kompetisi di FFWS SEA mendatang.“Dari hasil turnamen ini saya ingin anak-anak mampu beradaptasi dengan lebih baik salah satunya dengan melawan tim-tim yang belum pernah kita lawan di turnamen ini. Tentu, saat kita kembali bertanding di turnamen internasional ONIC juga harus mampu kembali beradaptasi dengan lawan yang ada di panggung FFWS SEA,” ungkapnya.
Dia juga menyebutkan bahwa tim-tim Indonesia yang saat ini masih berkompetisi di level nasional sebenarnya memiliki kemampuan individu yang tidak kalah dengan tim-tim yang telah tampil di panggung internasional seperti EVOS Divine, RRQ Kazu, Bigetron by Vitality, dan ONIC.
“Secara skill individu, tim seperti Vesakha dan Sriwijaya dari FFNS sebenarnya sudah setara dengan kami di FFWS SEA. Perbedaannya ada pada aspek game play dan pengambilan objektif, seperti cara mereka membaca pergerakan zona dan menentukan momentum untuk menyerang,” ujar Coach AFM.
Kompetisi FFBRS 2026 menyajikan pertandingan sengit, khususnya di babak Grand Finals. ONIC bersaing ketat melawan EVOS Divine yang tampil serius usai bermain buruk di pekan terakhir babak Regular. Tak hanya itu, Dewa United Horus dan Bigetron Vitality juga menjadi penantang serius yang bisa kapan saja merebut gelar juara berkat format Champion Rush di babak Grand Finals.

Meski begitu, ONIC mampu menutup pertandingan lewat Booyah di game ke-6, mengunci gelar juara berkat status Champion Rush yang didapat di game sebelumnya. EVOS Divine harus puas di peringkat kedua dengan 101 poin, disusu Dewa United Horus sebagai juara ketiga.
Dapatkan informasi terbaru mengenai Free Fire Esports Indonesia melalui Instagram, YouTube, Facebook, dan TikTok.
Segera unduh Free Fire di Apple iOS App atau Google Play store!
Free Fire
Garena Siap Bawa Grand Finals FFNS 2026 Spring ke Palembang!
Jakarta, 12 Februari 2026 – Garena, developer dan publisher game global terkemuka, resmi mengumumkan Grand Final Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Spring akan hadir di Palembang pada April mendatang. Para penggemar Free Fire di Palembang akan menjadi saksi pertempuran 12 tim terkuat di Indonesia untuk memperebutkan gelar juara nasional serta tiket terakhir untuk menuju turnamen level Asia Tenggara.
Grand Finals FFNS 2026 Spring di Palembang hadir untuk menjawab antusiasme tinggi komunitas Palembang dan Sumatra Selatan yang telah menjadi bagian penting perjalanan esports Free Fire di Indonesia. Tak hanya itu, hal ini juga merupakan bagian dari komitmen Garena untuk terus menghadirkan esports yang lebih dekat dengan seluruh pemain di Indonesia.
Grand Finals FFNS 2026 Spring di Palembang akan digelar pada 5 April 2026 sebagai puncak rangkaian kualifikasi nasional menuju Free Fire Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Spring. FFNS 2026 Spring merupakan rangkaian turnamen panjang yang telah digelar sejak Januari 2026 melalui berbagai jalur kualifikasi, mulai dari City Qualifier, Online Qualifier, hingga Guild War Qualifier.
Lebih dari 40.000 Pemain Ramaikan City Qualifier di 88 Kota
Hingga pekan ini, babak kualifikasi baru saja melalui tahapan City Qualifier dan memulai babak Online Qualifier. Tercatat 42.355 peserta telah mengikuti pertandingan secara offline di babak City Qualifier (17 Januari-8 Februari) di 88 kota di Indonesia. Mereka yang lolos dari babak ini akan segera memasuki babak Region Qualifier.
Adapun, babak Region Qualifier segera hadir pada 14-15 Februari, dengan mempertemukan 144 tim terbaik yang lolos dari City Qualifier. Mereka akan bertanding dalam 12 grup yang berbeda mewakili region berbeda, mulai dari barat hingga timur Indonesia. Nantinyaini, dua tim terbaik dari setiap grup (total 24 tim) akan melaju ke babak Play-ins pada 27 Februari–1 Maret. Babak ini akan menjadi kualifikasi terakhir untuk mencari 12 tim terkuat menuju Grand Finals FFNS 2026 Spring di Palembang.
Dapatkan informasi terbaru mengenai Free Fire Esports Indonesia melalui Instagram, YouTube, Facebook, dan TikTok.
Mobile Legends
Esports World Cup 2026: Prize Pool Rp1,26 Triliun Siap Direbut! MLBB, PUBG Mobile, Free Fire, dan Honor of Kings Jadi Magnet Tim Indonesia
Riyadh, Arab Saudi – 11 Februari 2026 – Esports World Cup (EWC) 2026 resmi menggebrak dunia gaming dengan prize pool total Rp1,26 triliun (setara US$75 juta), rekor tertinggi sepanjang sejarah esports! Turnamen raksasa ini bakal digelar dari 6 Juli hingga 23 Agustus 2026 di Riyadh, menampilkan 25 kompetisi di 24 game populer dengan lebih dari 2.000 pemain dari 100+ negara.
Breakdown Prize Pool (Kurs: Rp16.800 per US$1, per 10 Februari 2026):
| Kategori | Prize Pool (USD) | Prize Pool (IDR) |
|---|---|---|
| Total Keseluruhan | US$75.000.000 | Rp1.260 triliun |
| EWC Club Championship (untuk 24 klub top) | US$30.000.000 | Rp504 triliun (winner: Rp117,6 triliun) |
| Game Championships (25 turnamen) | US$45.000.000 | Rp756 triliun |
Buat pecinta esports Indonesia, kabar gembira! Game mobile populer seperti Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), PUBG Mobile, Free Fire, dan Honor of Kings dapat porsi hadiah terbesar, total Rp158,4 miliar (US$9,5 juta) saja untuk keempatnya. Tim seperti RRQ Hoshi, Bigetron Esports, atau EVOS punya kans besar lolos via “Road to EWC” qualifiers yang sudah dimulai.
Prize Pool Game Favorit Indonesia:
| Game | Prize Pool (USD) | Prize Pool (IDR) | Peserta | Jadwal |
|---|---|---|---|---|
| Mobile Legends: Bang Bang (Mid Season Cup) | US$3.000.000 | Rp50,4 miliar | – | 29 Jul – 1 Ags |
| Mobile Legends: Bang Bang (Women’s Invitational) | US$500.000 | Rp8,4 miliar | 16 tim | 13-17 Jul |
| PUBG Mobile | US$3.000.000 | Rp50,4 miliar | 32 tim | 6-16 Ags |
| Free Fire | US$1.000.000 | Rp16,8 miliar | 24 tim | 15-18 Jul |
| Honor of Kings | US$3.000.000 | Rp50,4 miliar | 16 tim | 5-8 Ags |
Selain itu, game global seperti Dota 2, Apex Legends, VALORANT, League of Legends, dan Counter-Strike 2 masing-masing Rp33,6 miliar (US$2 juta), sementara Chess dan EA Sports FC 26 dapat Rp25,2 miliar (US$1,5 juta). Lengkapnya, total 24 game ini bakal memperebutkan Rp756 triliun!
Esports World Cup Foundation (EWCF) janjikan event epik dengan multi-arena, tiket mulai Rp500 ribu, dan penayangan live global. “Ini momen life-changing bagi atlet esports,” ujar perwakilan EWCF.
Tim Indonesia, saatnya gaspol! Ikuti qualifiers di situs resmi esportsworldcup.com atau Liquipedia untuk update. Siapa yang bakal bawa pulang triliunan ke Tanah Air? 🇮🇩🎮
-
Game Development1 tahun agoTim Flying Dutchman ITB Raih Juara di Garena Game Jam: Back For Round 2!
-
Game Development1 tahun agoKompetisi Garena Game Jam 2: Networking dan Peluang untuk Developer Muda
-
Lowongan Kerja2 tahun agoBergabung dengan RRQ RYU: Rekrutmen Pemain PUBG Mobile
-
Free Fire2 tahun agoDua Tim Free Fire dari Provinsi Bengkulu Berjuang Hingga Semi Final GYC 2024
-
Gadget1 tahun agoNubia Neo 2 5G: HP Gaming 3 Jutaan dengan Fitur Premium dan Desain Futuristik
-
Turnamen2 tahun agoCendana Fair 2025: Viva la Fiesta, Kompetisi E-Sports Terbesar di Provinsi Bengkulu
-
Free Fire2 tahun agoFakta Mengejutkan di GYC University 2024: Satu-Satunya Perwakilan Bengkulu adalah Tim Wanita!
-
Free Fire1 tahun agoTurnamen Free Fire Nusantara Series Banyuwangi: AGB REGENS Juara 1, Drama di Match Terakhir Jadi Sorotan





