Connect with us
Header Leaderboard

Mobile Legends

AeronnShikii Resmi Pindah ke AC Esports di MPL Malaysia Season 17, Ikuti Jejak Rekan Senegaranya Liquid Widy

AeronnShikii Resmi Pindah ke AC Esports di MPL Malaysia Season 17, Ikuti Jejak Rekan Senegaranya Liquid Widy

Kuala Lumpur – Sultan Muhammad atau yang dikenal sebagai AeronnShikii resmi bergabung dengan AC Esports untuk memperkuat tim di MPL Malaysia Season 17. Kabar ini semakin pasti setelah sang Gold Laner berusia 20 tahun itu terlihat hadir langsung di venue MPL Malaysia, menyaksikan pertandingan AC Esports melawan RRQ Hoshi, dan banyak sumber terpercaya menyebut transfer ini sudah fix.

Sebelumnya, AeronnShikii sempat menjadi sorotan saat dipinjamkan Team Liquid ID ke Team Liquid PH sebagai import player pertama dari Indonesia. Namun, debutnya di MPL Philippines gagal total karena kendala administrasi dan dokumen izin bermain. Akhirnya, ia dilepas dari pinjaman tersebut tanpa sempat melakoni satu pertandingan pun.

Kini, AeronnShikii resmi merapat ke AC Esports (All Combo). Kehadirannya di Kuala Lumpur dan foto-foto yang beredar di media sosial dengan nuansa jersey rose semakin menguatkan bahwa “Spicy Boy” ini sudah mengenakan seragam baru.

Advertisement
Infinix GT 30 Pro 8/256GB

Yang menarik, langkah ini bukan yang pertama bagi pemain asal Team Liquid ID. Liquid Widy (Christian Widy Wardhana Hartono) lebih dulu resmi dipinjamkan ke AC Esports pada awal Maret 2026 sebagai Roamer. Widy yang baru berusia 19 tahun ini sudah aktif memperkuat lini depan AC Esports bersama pemain lokal Malaysia seperti Momo, Kusey, Izanami, serta pelatih asal Indonesia, Coach Adi.

Dengan kedatangan AeronnShikii, AC Esports kini memiliki “duo Indonesia” yang solid di MPL Malaysia. AeronnShikii dikenal memiliki mechanics tajam, farming cepat, dan kemampuan late-game yang mematikan — kombinasi yang sangat potensial untuk membantu tim bersaing di musim ini.

AC Esports sedang berupaya membangun roster kompetitif di MPL Malaysia Season 17. Kehadiran dua talenta muda Indonesia (Widy dan AeronnShikii) diharapkan bisa memberikan kekuatan baru di tengah persaingan ketat melawan tim-tim kuat seperti SRG, Team Flash, dan lainnya.

Advertisement
Infinix GT 30 Pro 8/256GB

Saat ini, AeronnShikii masih tercatat sebagai pemain Team Liquid ID yang sedang dalam status pinjaman/inaktif. Pengumuman resmi dari kedua pihak (Team Liquid maupun AC Esports) kemungkinan besar akan segera dirilis dalam waktu dekat.

Fans Indonesia tentu berharap AeronnShikii bisa bangkit setelah drama di MPL PH dan menunjukkan performa terbaiknya di tanah Malaysia. Apakah duo Widy–AeronnShikii bisa membawa AC Esports melesat di MPL MY Season 17? Kita tunggu saja penampilan perdananya di stage.

Advertisement
Infinix GT 30 Pro 8/256GB
Baca Selengkapnya
Advertisement
Nubia Neo 3 5G RAM 20 GB

Mobile Legends

Esports World Cup 2026: Prize Pool Rp1,26 Triliun Siap Direbut! MLBB, PUBG Mobile, Free Fire, dan Honor of Kings Jadi Magnet Tim Indonesia

Esports World Cup 2026: Prize Pool Rp1,26 Triliun Siap Direbut! MLBB, PUBG Mobile, Free Fire, dan Honor of Kings Jadi Magnet Tim Indonesia

Riyadh, Arab Saudi – 11 Februari 2026 – Esports World Cup (EWC) 2026 resmi menggebrak dunia gaming dengan prize pool total Rp1,26 triliun (setara US$75 juta), rekor tertinggi sepanjang sejarah esports! Turnamen raksasa ini bakal digelar dari 6 Juli hingga 23 Agustus 2026 di Riyadh, menampilkan 25 kompetisi di 24 game populer dengan lebih dari 2.000 pemain dari 100+ negara.

Breakdown Prize Pool (Kurs: Rp16.800 per US$1, per 10 Februari 2026):

KategoriPrize Pool (USD)Prize Pool (IDR)
Total KeseluruhanUS$75.000.000Rp1.260 triliun
EWC Club Championship (untuk 24 klub top)US$30.000.000Rp504 triliun (winner: Rp117,6 triliun)
Game Championships (25 turnamen)US$45.000.000Rp756 triliun

Buat pecinta esports Indonesia, kabar gembira! Game mobile populer seperti Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), PUBG Mobile, Free Fire, dan Honor of Kings dapat porsi hadiah terbesar, total Rp158,4 miliar (US$9,5 juta) saja untuk keempatnya. Tim seperti RRQ Hoshi, Bigetron Esports, atau EVOS punya kans besar lolos via “Road to EWC” qualifiers yang sudah dimulai.

Prize Pool Game Favorit Indonesia:

GamePrize Pool (USD)Prize Pool (IDR)PesertaJadwal
Mobile Legends: Bang Bang (Mid Season Cup)US$3.000.000Rp50,4 miliar–29 Jul – 1 Ags
Mobile Legends: Bang Bang (Women’s Invitational)US$500.000Rp8,4 miliar16 tim13-17 Jul
PUBG MobileUS$3.000.000Rp50,4 miliar32 tim6-16 Ags
Free FireUS$1.000.000Rp16,8 miliar24 tim15-18 Jul
Honor of KingsUS$3.000.000Rp50,4 miliar16 tim5-8 Ags

Selain itu, game global seperti Dota 2, Apex Legends, VALORANT, League of Legends, dan Counter-Strike 2 masing-masing Rp33,6 miliar (US$2 juta), sementara Chess dan EA Sports FC 26 dapat Rp25,2 miliar (US$1,5 juta). Lengkapnya, total 24 game ini bakal memperebutkan Rp756 triliun!

Advertisement
Infinix GT 30 Pro 8/256GB

Esports World Cup Foundation (EWCF) janjikan event epik dengan multi-arena, tiket mulai Rp500 ribu, dan penayangan live global. “Ini momen life-changing bagi atlet esports,” ujar perwakilan EWCF.

Tim Indonesia, saatnya gaspol! Ikuti qualifiers di situs resmi esportsworldcup.com atau Liquipedia untuk update. Siapa yang bakal bawa pulang triliunan ke Tanah Air? 🇮🇩🎮

Advertisement
Infinix GT 30 Pro 8/256GB
Baca Selengkapnya

Free Fire

Mengapa Free Fire Cuma Nomor 20 di Global 2025? Dominasi Indonesia Tak Selaras dengan Pageviews Global Esports!

Mengapa Free Fire Cuma Nomor 20 di Liquipedia 2025? Dominasi Indonesia Tak Selaras dengan Pageviews Global Esports!

Bengkulu, 10 Februari 2026 – Liquipedia, encyclopedia esports terbesar, merilis “Most Visited Wikis 2025” dengan Dota 2 di puncak, diikuti CS2 dan Valorant. Menarik, Garena Free Fire yang jadi raja battle royale mobile di Indonesia justru terpuruk di posisi 20. Padahal, game ini pecahkan rekor Guinness dengan 618 ribu peserta turnamen terbesar sepanjang tahun dan raup prize pool $4,8 juta global.

Bukan soal player base, tapi pageviews ke wiki Liquipedia – metrik yang ukur seberapa sering komunitas hardcore cari info turnamen pro, tim, player, dan patch kompetitif. Free Fire kuat di casual & regional (ID, Brazil, Thailand), tapi kalah saing di scene global PC/MOBA.

Alasan Free Fire ‘Terpuruk’ di Ranking Liquipedia

  1. Prize Pool Kalah Bombastis: Total 2025 Free Fire $4,8 juta, bandingkan Dota 2 $11,6 juta (termasuk TI14 $2,88 juta).
  2. Fokus Regional: Viewers EWC Free Fire 2025 capai 292 ribu average, 5,9 juta hours watched – bagus, tapi dominan SEA/MENA, kurang appeal Barat/EU (basis Liqui user).
  3. Wiki Kurang ‘Deep’: Game mobile seperti FF lebih ke YouTube/TikTok untuk guide, sementara Dota/CS punya history panjang & editor aktif di Liqui.
  4. Kompetisi Ketat: Top 10 dikuasai PC esports dengan majors rutin & betting scene besar.

Perbandingan Prize Pool & Viewers Esports 2025

GameTotal Prize Pool 2025Peak Viewers Contoh TurnamenPosisi LiquipediaKekuatan Utama
Dota 2Rp195,32 triliunTI14: Ribuan#1Global majors
CS2Rp252,57 triliunMajors: Jutaan#2Betting & EU
ValorantRp168,38 triliunVCT: 1M+#3Naik pesat
MLBBRp84,19T – Rp117,87TM7: 5,59 juta#4SEA MOBA
Free FireRp80,82 triliunEWC: 292 ribu AV#20ID & mobile

Free Fire Tetap Raja di Indonesia

Di Tanah Air, Free Fire earnings tim ID capai ratusan ribu USD (EWC 2025: $616 ribu untuk juara), peak viewers lokal 275 ribu, dan 23% responden survei pilih sebagai game favorit. Tim seperti Bigetron & EVOS bawa pulang miliaran rupiah. 2026, FFWS Global Finals $1 juta+ dan PMGO Jakarta bakal dorong naik!

Kesimpulan: Posisi 20 bukan akhir, tapi sinyal Free Fire harus ekspansi global lebih agresif. Di ID, Booyah tetap nomor satu! Siap gaspol 2026? 🔥🇮🇩

Advertisement
Infinix GT 30 Pro 8/256GB
Baca Selengkapnya

PUBG Mobile

Regulasi Game Video di Berbagai Negara: Tren Global 2025, Pelajaran untuk Indonesia

Regulasi Game Video di Berbagai Negara Tren Global 2025, Pelajaran untuk Indonesia

Jakarta, 11 November 2025 – Di tengah perdebatan sengit di Indonesia soal pembatasan game battle royale seperti PUBG pasca-insiden ledakan SMAN 72 Jakarta Utara, dunia game video global justru semakin matang dengan regulasi yang beragam. Tahun 2025 menandai era baru di industri ini, di mana pendapatan global melebihi US$180 miliar, tapi juga diwarnai kekhawatiran atas kecanduan anak, kekerasan konten, dan geopolitik. Dari batas waktu bermain ketat di China hingga rating usia sukarela di Amerika Serikat (AS), regulasi game video di berbagai negara menawarkan pelajaran berharga bagi Indonesia. Berikut ulasan lengkap tren regulasi game video terkini.

Lagi cari HP gaming murah tapi gahar? Nubia Neo 2 5G bisa jadi pilihan terbaik! Cek detailnya di sini! Nubia Neo 2 5G: HP Gaming 3 Jutaan dengan Fitur Premium dan Desain Futuristik

Mengapa Regulasi Game Video Semakin Penting di 2025?

Industri game video bukan lagi hobi remaja, tapi ekonomi raksasa yang memengaruhi budaya dan teknologi. Namun, isu seperti normalisasi kekerasan (seperti dalam PUBG) dan kecanduan mendorong pemerintah bertindak. Menurut laporan Xsolla, regulasi global kini fokus pada lisensi, privasi data, dan perlindungan anak, dengan geopolitik AS-China memengaruhi distribusi game. Di Eropa, Digital Services Act (DSA) 2025 menekan verifikasi usia untuk platform multiplayer, sementara Asia memperketat sensor konten.

Advertisement
Infinix GT 30 Pro 8/256GB

Regulasi Game Video di China: Model Anti-Kecanduan Paling Ketat

China memimpin dengan regulasi paling ketat, di mana National Press and Publication Administration (NPPA) mewajibkan lisensi untuk setiap game. Anak di bawah 18 tahun dibatasi hanya 3 jam per minggu (hanya Jumat-Minggu, pukul 20.00-21.00 malam), dengan verifikasi wajah untuk cegah kecurangan. Konten kekerasan dilarang total—bahkan darah merah dihapus sejak 2019, dan karakter seperti Winnie-the-Pooh disensor karena isu politik. PUBG versi asli dilarang, diganti “Game for Peace”. Dampaknya? Esports pro di bawah 18 tahun dibatasi, tapi industri tetap tumbuh dengan fokus game lokal.

Pelajaran untuk Indonesia: Model ini bisa diadopsi untuk batasi regulasi game online pada remaja, tapi hindari pembekuan lisensi baru yang sempat lumpuhkan developer.

Regulasi Game Video di Amerika Serikat: Fleksibel tapi Fokus Konsumen

Di AS, Entertainment Software Rating Board (ESRB) mengatur rating sukarela seperti E (Everyone) hingga AO (Adults Only), dengan toko seperti Steam tolak jual game AO ke anak di bawah umur. Tidak ada batas waktu federal, tapi Federal Trade Commission (FTC) awasi loot box sebagai “judian” dan anti-money laundering (AML) untuk transaksi virtual currency. Esports minimal usia 13-18 tahun tergantung game, tanpa larangan nasional PUBG.

Advertisement
Infinix GT 30 Pro 8/256GB

Pelajaran untuk Indonesia: Rating usia sukarela bisa jadi langkah awal untuk regulasi game 2025, sambil dorong self-regulation dari publisher.

Regulasi Game Video di Eropa: Proteksi Anak dan DSA 2025

Uni Eropa gunakan Pan European Game Information (PEGI) untuk rating 3/7/12/16/18+, wajib di negara seperti UK dan Jerman—ilegal jual ke anak di bawah rating. Digital Services Act (DSA) 2025 tuntut verifikasi usia di game multiplayer, termasuk VR dan metaverse, untuk cegah konten berbahaya. Di Jerman, Unterhaltungssoftware Selbstkontrolle (USK) indeksasi game kekerasan ekstrem; UK tambah Online Safety Act (OSA) untuk batasi iklan targeted. Mulai April 2025, langgar DSA bisa kena denda 10% omzet global.

Pelajaran untuk Indonesia: Integrasikan regulasi game Eropa seperti verifikasi usia untuk lindungi anak, tanpa hambat inovasi.

Advertisement
Infinix GT 30 Pro 8/256GB

Regulasi Game Video di Asia Lainnya: Campuran Sensor dan Larangan

Korea Selatan pakai Game Rating and Administration Committee (GRAC) dengan shutdown jam 22.00-06.00 untuk anak di bawah 16 tahun, plus batas loot box. Vietnam batasi 180 menit/hari untuk di bawah 18 tahun, dengan sensor konten lintas batas. India ban 100+ app China termasuk PUBG Mobile sejak 2020 (ganti Battlegrounds Mobile India), sementara Pakistan unban sementara setelah protes. Jepang edit darah/kekerasan untuk rating CERO rendah, tanpa mod/cheat di turnamen.

Pelajaran untuk Indonesia: Hindari ban total seperti India; tiru Korea untuk regulasi game online global yang seimbang.

Advertisement
Infinix GT 30 Pro 8/256GB

Tabel Perbandingan Regulasi Game Video 2025

Negara/RegionSistem RatingPembatasan Kekerasan & Waktu BermainContoh Larangan/Restriksi Khusus
ChinaNPPA (wajib lisensi)Anak <18 th: max 3 jam/minggu (hanya Jumat-Minggu, 20-21 malam). Anti-kecanduan wajib (facial recognition). Larang kekerasan ekstrem/gambling.PUBG versi asli dilarang; ganti “Game for Peace”. Esports pro <18 dilarang.
Korea Selatan GRAC (Game Rating Board)Anak <16 th: shutdown jam 22-06 pagi. Anti-addiction untuk game online.Larang loot box berjudi; batas usia esports 16+.
Vietnam Self-regulation + batas waktuAnak <18 th: max 180 menit/hari. Verifikasi usia real-name.Game kekerasan tinggi dibatasi distribusi.
AS ESRB (sukarela)Rating E/T/M/AO; toko tolak jual M/AO ke anak. Tidak ada batas waktu federal. Esports: min 13-18 th tergantung game (PUBG pro ≥18 th).AO rating = “banned” di toko besar; tidak ada larangan nasional.
Eropa (PEGI) PEGI (hukum di UK dll)3/7/12/16/18+; ilegal jual ke bawah rating. Jerman (USK): indeksasi game kekerasan ekstrem.Larang penjualan ke minor; broadcaster batasi siaran esports kekerasan.
Australia ACB (wajib)MA15+/R18+/RC (Refused=larang impor/jual). Sangat ketat kekerasan/sex.Banyak game kekerasan diedit/banned (e.g., Postal 2).
Jepang CERO (wajib konsol)A/B/C/D/Z (18+); edit darah/kekerasan untuk rating rendah.Callisto Protocol banned (kekerasan); no mod/cheat di turnamen.
India Self-regulation + ban appBan 100+ app China (termasuk PUBG Mobile) atas alasan keamanan data.PUBG Mobile banned 2020; ganti BGMI (lokal). Free Fire juga banned sementara.
Pakistan PTAPUBG Mobile banned sementara (2022) karena “addictive & kekerasan” pasca-insiden pembunuhan.Unban setelah protes; sekarang dibatasi.
Afghanistan/Irak/Jordan Larangan langsungPUBG/Fortnite banned karena “kekerasan, kecanduan, distraksi sekolah”.Larang total distribusi; alasan agama/moral.

Dampak Geopolitik dan Masa Depan Regulasi Game Video

Tahun 2025, ketegangan AS-China hambat distribusi chip dan game, dorong China produksi AAA lokal seperti Black Myth: Wukong. Di Eropa, OSA dan DSA tingkatkan risiko litigasi, sementara Australia perketat loot box mulai September 2025 dengan rating M (15+). Untuk Indonesia, hybrid model—rating wajib plus parental control—bisa cegah “overreach” seperti ban PUBG, sambil dukung esports seperti RRQ dan EVOS.

Kesimpulan: Regulasi game video di berbagai negara 2025 tunjukkan keseimbangan antara inovasi dan perlindungan. Indonesia bisa belajar dari China (anti-kecanduan) dan Eropa (verifikasi usia) untuk kebijakan yang pro-industri. Pantau terus update DSA dan OSA—siapa tahu, esports Olympic 2025 di Saudi jadi inspirasi baru!

Artikel ini berdasarkan data terkini dari Xsolla, Linklaters, dan GamesIndustry.biz. Bagikan pendapatmu di komentar: Apakah regulasi game di Indonesia perlu lebih ketat?

Advertisement
Infinix GT 30 Pro 8/256GB

Advertisement
Infinix GT 30 Pro 8/256GB
Baca Selengkapnya

Trending

× Memo FS04 Finger Sleeve

PROMO HARI INI