Connect with us
Header Leaderboard

Mobile Legends

Fnatic ONIC PH Taklukkan Team Liquid ID, Juara M6 World Championship

FNATIC ONIC PH

Fnatic ONIC PH Kalahkan Team Liquid ID di Final M6 World Championship, Filipina Raih Gelar Kelima

Team Liquid ID (TLID) mengukir sejarah dengan mencapai babak final M6 World Championship, memberikan harapan bagi Indonesia untuk meraih gelar M Series kedua. Sayangnya, harapan itu harus pupus setelah TLID kalah dari Fnatic ONIC PH (FNOP) dengan skor 1-4 dalam pertandingan yang berlangsung di Axiata Arena, Malaysia.

Pertandingan ini menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim. TLID, setelah menyingkirkan Selangor Red Giants (SRG) di babak lower bracket, kembali menghadapi FNOP, yang sebelumnya mengalahkan mereka di semifinal upper bracket dengan skor 1-3.

Advertisement
Infinix GT 30 Pro 8/256GB

Harapan Besar Widy dan Kawan-Kawan
Dipimpin Widy, TLID membawa asa besar untuk mengulang kejayaan Indonesia di kancah internasional. Terakhir kali, tim Indonesia tampil di final adalah empat tahun lalu, juga di Axiata Arena. Namun, menghadapi juara MPL PH S14, TLID harus berjuang melawan gaya permainan agresif FNOP yang menjadi ciri khas tim asal Filipina tersebut.

Dominasi Filipina di M6 World Championship
Pada pertandingan final, Fnatic ONIC PH tampil superior. Anak asuh YNot mendominasi dengan gameplay agresif yang berhasil menyelesaikan game mereka dalam waktu kurang dari 15 menit. Hasilnya, FNOP keluar sebagai juara dengan skor meyakinkan 4-1.

Kemenangan ini menjadikan Filipina sebagai negara dengan gelar terbanyak di M Series. Sebelumnya, Filipina meraih kemenangan melalui Bren Esports di M2, Blacklist International di M3, ECHO di M4, dan AP.Bren di M5.

Advertisement
Infinix GT 30 Pro 8/256GB
Fnatic ONIC PH
Kredit : MPL ID Official

Kabar Baik untuk Indonesia
Meskipun TLID gagal membawa pulang trofi, ada kabar menggembirakan bagi pecinta eSports Indonesia. Gelaran M Series berikutnya telah dikonfirmasi akan berlangsung di Indonesia. Ini menjadi kesempatan besar bagi tim Merah Putih untuk kembali merebut gelar juara dunia di negeri sendiri.

Tetap dukung eSports Indonesia dan nantikan aksi-aksi seru di M Series mendatang!

Sumber : OneESports

Advertisement
Infinix GT 30 Pro 8/256GB

Mobile Legends

AeronnShikii Resmi Pindah ke AC Esports di MPL Malaysia Season 17, Ikuti Jejak Rekan Senegaranya Liquid Widy

AeronnShikii Resmi Pindah ke AC Esports di MPL Malaysia Season 17, Ikuti Jejak Rekan Senegaranya Liquid Widy

Kuala Lumpur – Sultan Muhammad atau yang dikenal sebagai AeronnShikii resmi bergabung dengan AC Esports untuk memperkuat tim di MPL Malaysia Season 17. Kabar ini semakin pasti setelah sang Gold Laner berusia 20 tahun itu terlihat hadir langsung di venue MPL Malaysia, menyaksikan pertandingan AC Esports melawan RRQ Hoshi, dan banyak sumber terpercaya menyebut transfer ini sudah fix.

Sebelumnya, AeronnShikii sempat menjadi sorotan saat dipinjamkan Team Liquid ID ke Team Liquid PH sebagai import player pertama dari Indonesia. Namun, debutnya di MPL Philippines gagal total karena kendala administrasi dan dokumen izin bermain. Akhirnya, ia dilepas dari pinjaman tersebut tanpa sempat melakoni satu pertandingan pun.

Kini, AeronnShikii resmi merapat ke AC Esports (All Combo). Kehadirannya di Kuala Lumpur dan foto-foto yang beredar di media sosial dengan nuansa jersey rose semakin menguatkan bahwa “Spicy Boy” ini sudah mengenakan seragam baru.

Advertisement
Infinix GT 30 Pro 8/256GB

Yang menarik, langkah ini bukan yang pertama bagi pemain asal Team Liquid ID. Liquid Widy (Christian Widy Wardhana Hartono) lebih dulu resmi dipinjamkan ke AC Esports pada awal Maret 2026 sebagai Roamer. Widy yang baru berusia 19 tahun ini sudah aktif memperkuat lini depan AC Esports bersama pemain lokal Malaysia seperti Momo, Kusey, Izanami, serta pelatih asal Indonesia, Coach Adi.

Dengan kedatangan AeronnShikii, AC Esports kini memiliki “duo Indonesia” yang solid di MPL Malaysia. AeronnShikii dikenal memiliki mechanics tajam, farming cepat, dan kemampuan late-game yang mematikan — kombinasi yang sangat potensial untuk membantu tim bersaing di musim ini.

AC Esports sedang berupaya membangun roster kompetitif di MPL Malaysia Season 17. Kehadiran dua talenta muda Indonesia (Widy dan AeronnShikii) diharapkan bisa memberikan kekuatan baru di tengah persaingan ketat melawan tim-tim kuat seperti SRG, Team Flash, dan lainnya.

Advertisement
Infinix GT 30 Pro 8/256GB

Saat ini, AeronnShikii masih tercatat sebagai pemain Team Liquid ID yang sedang dalam status pinjaman/inaktif. Pengumuman resmi dari kedua pihak (Team Liquid maupun AC Esports) kemungkinan besar akan segera dirilis dalam waktu dekat.

Fans Indonesia tentu berharap AeronnShikii bisa bangkit setelah drama di MPL PH dan menunjukkan performa terbaiknya di tanah Malaysia. Apakah duo Widy–AeronnShikii bisa membawa AC Esports melesat di MPL MY Season 17? Kita tunggu saja penampilan perdananya di stage.

Advertisement
Infinix GT 30 Pro 8/256GB
Baca Selengkapnya

Mobile Legends

Esports World Cup 2026: Prize Pool Rp1,26 Triliun Siap Direbut! MLBB, PUBG Mobile, Free Fire, dan Honor of Kings Jadi Magnet Tim Indonesia

Esports World Cup 2026: Prize Pool Rp1,26 Triliun Siap Direbut! MLBB, PUBG Mobile, Free Fire, dan Honor of Kings Jadi Magnet Tim Indonesia

Riyadh, Arab Saudi – 11 Februari 2026 – Esports World Cup (EWC) 2026 resmi menggebrak dunia gaming dengan prize pool total Rp1,26 triliun (setara US$75 juta), rekor tertinggi sepanjang sejarah esports! Turnamen raksasa ini bakal digelar dari 6 Juli hingga 23 Agustus 2026 di Riyadh, menampilkan 25 kompetisi di 24 game populer dengan lebih dari 2.000 pemain dari 100+ negara.

Breakdown Prize Pool (Kurs: Rp16.800 per US$1, per 10 Februari 2026):

KategoriPrize Pool (USD)Prize Pool (IDR)
Total KeseluruhanUS$75.000.000Rp1.260 triliun
EWC Club Championship (untuk 24 klub top)US$30.000.000Rp504 triliun (winner: Rp117,6 triliun)
Game Championships (25 turnamen)US$45.000.000Rp756 triliun

Buat pecinta esports Indonesia, kabar gembira! Game mobile populer seperti Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), PUBG Mobile, Free Fire, dan Honor of Kings dapat porsi hadiah terbesar, total Rp158,4 miliar (US$9,5 juta) saja untuk keempatnya. Tim seperti RRQ Hoshi, Bigetron Esports, atau EVOS punya kans besar lolos via “Road to EWC” qualifiers yang sudah dimulai.

Prize Pool Game Favorit Indonesia:

GamePrize Pool (USD)Prize Pool (IDR)PesertaJadwal
Mobile Legends: Bang Bang (Mid Season Cup)US$3.000.000Rp50,4 miliar–29 Jul – 1 Ags
Mobile Legends: Bang Bang (Women’s Invitational)US$500.000Rp8,4 miliar16 tim13-17 Jul
PUBG MobileUS$3.000.000Rp50,4 miliar32 tim6-16 Ags
Free FireUS$1.000.000Rp16,8 miliar24 tim15-18 Jul
Honor of KingsUS$3.000.000Rp50,4 miliar16 tim5-8 Ags

Selain itu, game global seperti Dota 2, Apex Legends, VALORANT, League of Legends, dan Counter-Strike 2 masing-masing Rp33,6 miliar (US$2 juta), sementara Chess dan EA Sports FC 26 dapat Rp25,2 miliar (US$1,5 juta). Lengkapnya, total 24 game ini bakal memperebutkan Rp756 triliun!

Advertisement
Infinix GT 30 Pro 8/256GB

Esports World Cup Foundation (EWCF) janjikan event epik dengan multi-arena, tiket mulai Rp500 ribu, dan penayangan live global. “Ini momen life-changing bagi atlet esports,” ujar perwakilan EWCF.

Tim Indonesia, saatnya gaspol! Ikuti qualifiers di situs resmi esportsworldcup.com atau Liquipedia untuk update. Siapa yang bakal bawa pulang triliunan ke Tanah Air? 🇮🇩🎮

Advertisement
Infinix GT 30 Pro 8/256GB
Baca Selengkapnya

Free Fire

Mengapa Free Fire Cuma Nomor 20 di Global 2025? Dominasi Indonesia Tak Selaras dengan Pageviews Global Esports!

Mengapa Free Fire Cuma Nomor 20 di Liquipedia 2025? Dominasi Indonesia Tak Selaras dengan Pageviews Global Esports!

Bengkulu, 10 Februari 2026 – Liquipedia, encyclopedia esports terbesar, merilis “Most Visited Wikis 2025” dengan Dota 2 di puncak, diikuti CS2 dan Valorant. Menarik, Garena Free Fire yang jadi raja battle royale mobile di Indonesia justru terpuruk di posisi 20. Padahal, game ini pecahkan rekor Guinness dengan 618 ribu peserta turnamen terbesar sepanjang tahun dan raup prize pool $4,8 juta global.

Bukan soal player base, tapi pageviews ke wiki Liquipedia – metrik yang ukur seberapa sering komunitas hardcore cari info turnamen pro, tim, player, dan patch kompetitif. Free Fire kuat di casual & regional (ID, Brazil, Thailand), tapi kalah saing di scene global PC/MOBA.

Alasan Free Fire ‘Terpuruk’ di Ranking Liquipedia

  1. Prize Pool Kalah Bombastis: Total 2025 Free Fire $4,8 juta, bandingkan Dota 2 $11,6 juta (termasuk TI14 $2,88 juta).
  2. Fokus Regional: Viewers EWC Free Fire 2025 capai 292 ribu average, 5,9 juta hours watched – bagus, tapi dominan SEA/MENA, kurang appeal Barat/EU (basis Liqui user).
  3. Wiki Kurang ‘Deep’: Game mobile seperti FF lebih ke YouTube/TikTok untuk guide, sementara Dota/CS punya history panjang & editor aktif di Liqui.
  4. Kompetisi Ketat: Top 10 dikuasai PC esports dengan majors rutin & betting scene besar.

Perbandingan Prize Pool & Viewers Esports 2025

GameTotal Prize Pool 2025Peak Viewers Contoh TurnamenPosisi LiquipediaKekuatan Utama
Dota 2Rp195,32 triliunTI14: Ribuan#1Global majors
CS2Rp252,57 triliunMajors: Jutaan#2Betting & EU
ValorantRp168,38 triliunVCT: 1M+#3Naik pesat
MLBBRp84,19T – Rp117,87TM7: 5,59 juta#4SEA MOBA
Free FireRp80,82 triliunEWC: 292 ribu AV#20ID & mobile

Free Fire Tetap Raja di Indonesia

Di Tanah Air, Free Fire earnings tim ID capai ratusan ribu USD (EWC 2025: $616 ribu untuk juara), peak viewers lokal 275 ribu, dan 23% responden survei pilih sebagai game favorit. Tim seperti Bigetron & EVOS bawa pulang miliaran rupiah. 2026, FFWS Global Finals $1 juta+ dan PMGO Jakarta bakal dorong naik!

Kesimpulan: Posisi 20 bukan akhir, tapi sinyal Free Fire harus ekspansi global lebih agresif. Di ID, Booyah tetap nomor satu! Siap gaspol 2026? 🔥🇮🇩

Advertisement
Nubia Neo 3 5G RAM 20 GB
Baca Selengkapnya

Trending

× TWS Profesional

PROMO HARI INI