Game Development
Tim Flying Dutchman ITB Raih Juara di Garena Game Jam: Back For Round 2!
JAKARTA, 27 Januari 2025 – Tim Flying Dutchman dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sukses menyabet juara pertama dalam kompetisi Garena Game Jam: Back For Round 2 yang diadakan di Universitas Ciputra Surabaya pada 24-26 Januari 2025. Karya mereka, “Rotasella,” berhasil memukau dewan juri berkat inovasi gameplay yang kreatif dan sesuai tema “2 Buttons.”
Daftar Isi
Game “Rotasella,” yang berarti kursi roda dalam bahasa Latin, merupakan genre puzzle adventure yang menguji logika pemain dengan mekanik tombol ganda yang unik. “Rotasella” tidak hanya menjadi tantangan bagi pemain, tetapi juga menjadi bukti kolaborasi lintas disiplin antara anggota tim yang berasal dari jurusan berbeda di ITB.

“Kami tidak menyangka bisa juara karena latar belakang kami sangat berbeda. Namun, kolaborasi ini membuktikan bahwa ide yang baik dapat diwujudkan bersama,” ujar Muhammad Jafar Fadli, salah satu anggota tim Flying Dutchman.
Persaingan Ketat dan Tantangan Teknis
Kompetisi selama 48 jam ini melibatkan 130 peserta dari berbagai universitas di Indonesia. Selain Flying Dutchman, juara kedua diraih oleh tim Sasalele dari Universitas Indonesia dengan game “Alien Brawl,” sementara juara ketiga adalah tim Noolean dari Universitas Diponegoro dengan “Rotary Poison.”
Para peserta menghadapi tantangan teknis yang intens, termasuk menyelesaikan bug di menit-menit terakhir. Namun, semangat dan kerja keras mereka membuahkan hasil berupa 28 game inovatif yang berhasil diciptakan dalam waktu singkat.

Mentoring Langsung dari Ahli Industri Game
Garena Game Jam: Back For Round 2 juga menghadirkan sesi mentoring dari tim developer global Garena, termasuk tim pengembang Free Fire, salah satu game battle royale terpopuler di dunia. Para peserta mendapat masukan berharga untuk meningkatkan kualitas game mereka, memberikan pengalaman tak ternilai bagi pengembangan karier mereka di masa depan.
Dukungan untuk Ekosistem Game Lokal
Garena Indonesia menunjukkan komitmennya dalam mendukung talenta muda di industri game tanah air melalui acara tahunan ini. Dengan kolaborasi bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kominfo, serta berbagai komunitas game lokal, Garena berharap dapat terus membangun ekosistem industri game yang kompetitif di Indonesia.
Kesempatan Emas di IGDX 2025

Selain hadiah uang tunai sebesar Rp30 juta, para pemenang juga akan mendapatkan kesempatan memamerkan karya mereka di Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2025. Acara bergengsi ini menjadi wadah untuk memperluas jaringan dan mendapatkan peluang kolaborasi dengan pelaku industri game dari dalam dan luar negeri.
Dukung Karier Anda di Industri Game
Ingin mengikuti jejak mereka? Pelajari dasar-dasar pembuatan game dengan buku panduan terbaik untuk pemula. Klik di sini untuk membeli buku belajar membuat game. Tingkatkan keterampilan Anda dan mulai ciptakan game impian Anda!
Ikuti terus perkembangan terbaru tentang Garena Game Jam melalui akun Instagram resmi kami.
Game Development
48 Jam Lampaui Batas, Garena Game Jam 3 Hasilkan 37 Game Bertema “Nothing Works as Expected”
JAKARTA, 9 Februari 2026 – Garena, developer dan publisher game global terkemuka, resmi menutup rangkaian Garena Game Jam 3: Reinvent the Game. Ajang ini hadir sebagai kompetisi pembuatan game selama 48 jam yang mempertemukan 150 talenta muda Indonesia dalam sebuah pengalaman intensif berbasis kolaborasi, kreativitas, dan pemecahan masalah. Digelar pada 6-8 Februari 2026, di BINUS University, Kemanggisan, Jakarta, inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Garena dalam mendukung pengembangan talenta digital dan memperkuat ekosistem industri game nasional.
Selama 48 jam, peserta Garena Game Jam 3 ditantang untuk merancang, membangun, dan mempresentasikan game yang bisa dimainkan lengkap dengan konsep gameplay, aset visual, hingga desain karakter. Tahun ini, Garena memilih tema “Nothing Works as Expected” sebagai tantangan utama. Tema ini mendorong peserta untuk secara sengaja mematahkan pola dan aturan yang lazim ditemui dalam pembuatan game untuk menghasilkan pengalaman bermain yang mengejutkan, kreatif, dan berkesan.
Pada Garena Game Jam tahun ini, para peserta berhasil menghasilkan 37 game yang tak terduga. Seluruh karya dari para peserta berhasil mencuri perhatian para dewan juri dari tim Garena dan perwakilan mitra dan pemerintah yang turut hadir.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar mengapresiasi Garena Game Jam sebagai inisiatif strategis yang lebih dari kompetisi. Menurutnya, sesi mentoring dan checkpoint bersama tim Garena dari Indonesia dan dari luar negeri memberikan nilai tambah yang sangat penting bagi para peserta.
“Saya berterima kasih kepada Garena Game Jam, karena ini bukan soal kompetisi membuat game, tapi juga tentang ‘what’s next?’,” kata Wamen Ekraf RI, Irene Umar, Minggu (8/2/2026). “Di sini, teman-teman mendapatkan mentor dan checkpoint yang bukan hanya dari game developer, tapi juga dari berbagai peran di industri. Kesempatan seperti ini sangat berharga dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin.”
Irene juga menekankan pentingnya ekosistem kolaboratif yang dibangun melalui program ini. “Industri game adalah ekosistem yang luas, ada game developer, artist, community manager, dan banyak peran lainnya. Oleh karena itu, kolaborasi seperti yang ada di Garena Game Jam ini menjadi kunci untuk mendorong perkembangan industri game nasional.”
Tim Mahasiswa Universitas Indonesia Jadi Juara Garena Game Jam 3
Dari 37 game yang lahir di Garena Game Jam 3, Let Meow Out! keluar sebagai game terbaik. Game ini dibuat oleh tim Lelesasa yang berisi mahasiswa dari Universitas Indonesia. Menariknya tim ini sudah pernah ikut di Garena Game Jam 2 pada 2025 dan berhasil membawa pulang gelar runner-up.
Game Let Meow Out! merupakan game bergenre puzzle platformer. Game ini mengajak pemain melintasi berbagai level yang terinspirasi dari game klasik seperti Tetris, Mario Bros, hingga Street Fighter. Pemain ditantang untuk menyelesaikan setiap level permainan dengan cara yang tak terduga dan tidak lazim. Game ini menjadi juara karena dianggap paling merepresentasikan tema “Nothing Works as Expected” melalui gameplay penuh kejutan dan menghibur.
“Dengan waktu pengembangan 48 jam, tantangan terbesar justru datang dari proses menemukan ide yang tepat, yang baru kami temukan di 36 jam terakhir. Tema Garena Game Jam tahun ini terasa lebih menantang dibandingkan edisi sebelumnya. Lebih seru lagi karena kami berhasil menang di di Garena Game Jam kali ini, saat tema kompetisinya lebih mengejutkan dan menantang,” Alwie Attar Elfandra, anggota tim Lelesasa dari Universitas Indonesia.
Alwie menambahkan, partisipasinya di Garena Game Jam menjadi pengalaman berharga karena memberikan kesempatan berkompetisi dan belajar sekaligus. “Format kompetisi offline dan sistem karantina selama 2 hari membuat pengalaman ini berbeda, karena kami bisa saling mencoba karya tim lain dan mendapatkan masukan langsung dari tim Garena, termasuk dari tim Garena global, yang sangat membantu dalam proses pengembangan,”
Menyusul tim Lelesasa, Juara Kedua dan Juara Ketiga Garena Game Jam diraih oleh tim Potentially Functional dari Universitas Indonesia dengan game berjudul Fall Through dan tim Barista dari Institut Teknologi Bandung dengan game berjudul Get Flagged!. Sementara itu, penghargaan Most Creative Team diberikan kepada Muhammad Daannii, mahasiswa Politeknik Negeri Malang yang berpartisipasi sebagai solo player dengan karya berjudul No Cat Works as Expected.
“Saya sudah mendaftar Garena Game Jam dari edisi pertama, tapi tidak pernah lolos. Alhamdulillah, di tahun ini berhasil lolos dan malah berhasil dapat gelar Most Creative Team. Benar-benar di luar ekspektasi, apa lagi saya partisipasi sebagai solo developer,” ungkap Muhammad Daannii.
Di luar keempat game ini, masih banyak karya lain yang lahir di Garena Game Jam 3 untuk menjawab tema “Nothing Works as Expected”. Karya ini dihasilkan oleh 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa, fresh graduate, serta pelajar SMK/SMA.
Seluruh game ini bisa diakses oleh publik melalui laman Garena Game Jam 3 di Itch.io.
Ikuti terus perkembangan terbaru tentang Garena Game Jam melalui akun Instagram resmi kami.
Game Development
Garena Ajak Developer Muda “Reinvent the Game” di Garena Game Jam 3
JAKARTA, 6 Februari 2026 – Garena, developer dan publisher game global terkemuka, kembali menghadirkan Garena Game Jam 3 di BINUS University pada 6-8 Februari 2026. Mengusung slogan “Reinvent the Game”, acara ini hadir sebagai ajang kompetisi sekaligus networking bagi game developer muda dari kalangan pelajar dan mahasiswa untuk berlomba membuat game dalam waktu 48 jam.
Sebagai kompetisi tahunan, Garena Game Jam adalah salah satu inisiatif utama Garena dalam mendorong perkembangan talenta Indonesia. Selain menghadirkan kompetisi, acara ini juga menjadi sarana transfer pengetahuan dan pengalaman dengan menghadirkan tim Global Game Incubation dan Global Game Developer di event ini. Mereka hadir secara langsung untuk memberikan pendampingan, mentoring, dan penjurian untuk seluruh peserta.
“Garena Game Jam merupakan bagian dari komitmen jangka panjang kami dalam mendukung pengembangan talenta game Indonesia. Keterlibatan lebih banyak tim Garena secara global pada edisi kali ini mencerminkan upaya berkelanjutan Garena untuk berbagi pengalaman dan kapabilitas global dalam memperkuat kesiapan talenta muda Indonesia menghadapi kebutuhan industri,” ungkap Hans Saleh, Country Head Garena Indonesia.
Garena Game Jam 3 diikuti oleh 150 peserta terpilih dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan fresh graduate yang telah berhasil melewati seleksi. Kompetisi ini menantang para peserta untuk bekerja sama dalam memecahkan tantangan dan mengembangkan game terbaik dalam waktu 48 jam. Garena Game Jam 3 hadir melalui melalui kerja sama dan dukungan dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Asosiasi Game Indonesia (AGI), Google dan BINUS University.
“Melalui Garena Game Jam 3, kita melihat semangat generasi developer yang tidak hanya ingin menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta. Ini adalah langkah nyata dalam mendorong transformasi Indonesia dari consumer menjadi kreator dalam industri digital,” kata Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Kretivitas Digital & Teknologi, Kemenekraf RI
Selaras dengan upaya pengembangan talenta digital, Prof. Dr. Derwin Suhartono, S.Kom., MTI, selaku Dekan School of Computer Science BINUS University. turut mengapresiasi Garena Game Jam sebagai ruang kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan. “Melalui ajang ini, mahasiswa dan talenta muda mendapatkan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan industri, tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga kreativitas, problem solving, serta kolaborasi lintas disiplin yang dibutuhkan industri game dan teknologi masa depan,” ujarnya.
Bekerja sama dengan BINUS University sebagai host partner, seluruh rangkaian Garena Game Jam 3 diselenggarakan di kampus Anggrek, Kemanggisan, Jakarta. Kemitraan ini sejalan dengan komitmen BINUS University dalam mendukung pengembangan talenta digital, termasuk di bidang ilmu komputer. Kerja sama di Garena Game Jam 3 ini diharapkan dapat membuka ruang pembelajaran dan eksplorasi bagi generasi muda pengembang game Indonesia
Pada edisi kali ini, peserta ditantang untuk mengembangkan game yang menjawab tema kompetisi “Nothing Works As Expected”, yang diumumkan saat acara dimulai. Proses pengembangan dilakukan secara intensif melalui tahapan ideasi, pembuatan game, dan sesi checkpoint bersama tim Garena, sebelum seluruh karya dinilai oleh juri dari tim Garena Indonesia dan global.
Tim pemenang Garena Game Jam 3: Reinvent the Game akan membawa pulang bagian terbesar dari total senilai Rp30 juta. Para pemenang juga akan berkesempatan menjadi bagian dari program inkubasi game Garena Indonesia. Dalam program ini, Garena akan memberikan pendampingan dan kerja sama untuk tahap pengembangan produk yang lebih lanjut, bahkan hingga tahap penerbitan jika diperlukan.
Pengalaman yang sama telah dirasakan oleh tim Flying Dutchman dari ITB yang memenangi Garena Game Jam 2. Bersama Garena, mereka berhasil memboyong game buatan mereka, Rota Sella, ke Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2025. Di sana mereka, berkesempatan membangun jaringan dan memperkenalkan produk mereka kepada para praktisi dan pegiat industri game dari dalam dan luar negeri.
Ikuti terus perkembangan terbaru tentang Garena Game Jam melalui akun Instagram resmi kami.
Game Development
Garena Game Jam 3: Reinvent The Game Segera Hadir Februari 2026
JAKARTA, 8 Desember 2025 – Garena kembali menghadirkan “Garena Game Jam 3: Reinvent The Game”, sebuah kompetisi pengembangan game untuk pelajar, mahasiswa, dan fresh graduate. Edisi ketiga Garena Game Jam ini akan diselenggarakan pada 6-8 Februari 2026 di Binus University Jakarta sebagai tuan rumah. Kompetisi ini hadir untuk memberikan kesempatan bagi talenta muda Indonesia untuk berkompetisi, meningkatkan kemampuan, dan membangun jaringan di dunia pengembangan game.
Daftar Isi
“Melihat antusiasme yang begitu tinggi dari para developer muda di Indonesia, Garena akan mengawali tahun 2026 dengan kembali menghadirkan Garena Game Jam yang kali ini mengusung slogan Reinvent the Game. Selain menjadi wadah kompetisi untuk para talenta muda Indonesia di bidang pengembang game, Garena Game Jam juga menjadi salah satu upaya Garena untuk terus mendukung pertumbuhan ekosistem pengembangan game Indonesia,” ujar Hans Saleh, Country Head Garena Indonesia.
Pendaftaran Garena Game Jam 3: Reinvent the Game
Pendaftaran Garena Game Jam 3: Reinvent the Game dibuka mulai 5-19 Desember 2025 melalui bit.ly/garenagamejam3registration. Pendaftaran dapat dilakukan sebagai individu maupun sebagai kelompok dengan mengirimkan CV dan portofolio. Pengumuman 150 peserta terpilih akan disampaikan oleh Garena pada 2 Januari 2026.
Garena Game Jam 3 mengusung format yang sama dengan edisi sebelumnya di mana para peserta akan menjalani kompetisi selama 48 jam untuk mengembangkan game baru yang orisinal. Sepanjang proses tersebut para peserta akan mendapatkan mentoring dari para ahli di industri game, termasuk perwakilan Garena, akademisi, dan praktisi profesional. Garena akan mengumumkan tema kompetisi saat sesi pembukaan Garena Game Jam 3 dimulai.
Para pemenang Garena Game Jam 3 berkesempatan membawa pulang total prize pool senilai 30 juta rupiah. Selain itu, para pemenang juga bisa mendapatkan kesempatan mentoring dan inkubasi dari Garena untuk meningkatkan karya dan kemampuan mereka di bidang pengembangan game. Tak hanya itu, para pemenang juga bisa mendapatkan kesempatan memamerkan karya mereka di acara industri game skala nasional, seperti Indonesia Game Developer Exchange (IGDX).
Memasuki tahun ketiga, Garena Game Jam telah menjadi wadah kompetisi dan berjejaring bagi ratusan developer muda Indonesia. Setiap tahun, Garena Game Jam hadir dengan tema kompetisi yang berbeda. Tema kompetisi ini baru akan disampaikan oleh Garena pada saat kompetisi dimulai, memberikan tantangan tersendiri bagi setiap tim untuk membuat game yang mampu menjawab tema tersebut.

Lagi cari HP gaming murah tapi gahar? Nubia Neo 2 5G bisa jadi pilihan terbaik! Cek detailnya di sini! Nubia Neo 2 5G: HP Gaming 3 Jutaan dengan Fitur Premium dan Desain Futuristik
Pada Garena Game Jam kedua (2025), Garena menantang peserta dengan tema “Two Buttons”, sedangkan Garena Game Jam pertama (2023) hadir dengan tema “Replayability”. Dari dua edisi Garena Game Jam, telah banyak game menarik yang dihasilkan para peserta, di antaranya, “Rotasella”, “MANPAC”, “Ghosting”, dan “Hope” yang dapat diunduh oleh publik secara gratis.
Ikuti informasi lebih lanjut tentang Garena Game Jam melalui akun Instagram resmi kami.
-
Free Fire2 tahun agoFree Fire Riau League 2024: Turnamen Spektakuler dengan 150+ Tim, Ini Rahasia di Baliknya!
-
Game Development1 tahun agoKompetisi Garena Game Jam 2: Networking dan Peluang untuk Developer Muda
-
Lowongan Kerja2 tahun agoBergabung dengan RRQ RYU: Rekrutmen Pemain PUBG Mobile
-
Free Fire2 tahun agoDua Tim Free Fire dari Provinsi Bengkulu Berjuang Hingga Semi Final GYC 2024
-
Gadget1 tahun agoNubia Neo 2 5G: HP Gaming 3 Jutaan dengan Fitur Premium dan Desain Futuristik
-
Turnamen2 tahun agoCendana Fair 2025: Viva la Fiesta, Kompetisi E-Sports Terbesar di Provinsi Bengkulu
-
Free Fire2 tahun agoFakta Mengejutkan di GYC University 2024: Satu-Satunya Perwakilan Bengkulu adalah Tim Wanita!
-
Free Fire1 tahun agoTurnamen Free Fire Nusantara Series Banyuwangi: AGB REGENS Juara 1, Drama di Match Terakhir Jadi Sorotan





